Sistem bilangan (number
system) adalah cara untuk mewakili besaran dari suatu besaran fisik.
Ssistem bilangan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu sistem
bilangan desimal, disamping itu juga terdapat suatu sistem bilangan biner,
oktal dan desimal.
Bilangan desimal (decymal
number)
Merupakan bilangan yang terdiridari 10 digit angka mulai dari 0
samapai dengan 9,dimana bilangan berikutnya merupakan penambahan atau gabungan
dari angka sebelumnya yang sudah ada, dengan kata lain jika 0+1=1, 1+1= 2,
2+1=3, ... , 8+1=9, 9+1=10, dan 10+1=11dimana sepuluh dinyatakan dengan
bilangan 1 dan 0, dan sebelas dinyatakan dengan bilangan 1 dan 1, merupakan
pengulangan dari angka yang telah ada sebelumnya.
Bilangan biner (binary
number)
Merupakan bilangan terdiri dari 2 digit angka mulai dar 0 sampai
dengan 1, bilangan ini yang juga digunakan microprosesor atau microcontroller
sebagai suatu prosesor yang hanya mengerti nyala atau mati atau high dan low,
sebagai mana bilangan desimal bilangan hasil penjumlahan bilangan terakhir
dengan 1 adalah gabungan dari bilangan yang sudah ada sebelumnya jadi untuk
menyatakan bilangan 2 dalam binary (1+1=2 dalam desimal) adalah 10, (2+1=3
dalam desimal) adalah 11, dst.
Contoh : 23 desimal dapat dinyatakan dengan 10111 binary.
Bilangan Oktal (octal
number)
Bilangan ini terdiri dari 8 bilangan yaitu 0 sampai dengan 7,
seperti bilangan -bilangan sebelumnya bilangan sesudah 7 yaitu 10 (untuk
menyatakan 8 dalam desimal).
Bilangan hexadecimal (hexadecymal
number)
Merupakan bilangan yang memiliki 16 digit number dari 0..9, A, B,
C, D, E, dan F. A untuk menyatakan 10 dalam desimal sampai dengan F untuk
menyatakan 15 dalam desimal, jadi untuk menyatakan 16 dalam desimal yaitu 10
dalam hexadesimal.dst.
Dalam bahasa pemprograman bilangan -bilangan diatas dapat
digunakan dengan menyatakan jenis bilangan di akhir bilangan, untuk menyatakan
desimal (10d atau 1010),untuk
menyatakan binary (10b atau 102), untuk
menyatakan oktal (10o atau 108),dan untuk
menyatakan hexadesimal (10h atau 1016).
CONVERSI BILANGAN
Conversi sistem bilangan desimal ke binary, konversi bilangan desimal ke binary dengan cara
membagi 2 dimana sisa dari hasil pembagian merupakan digit biner dari bilangan
biner hasil konversi cara ini disebut dengan (remainder
method).
contoh : konversi bilangan desimal 34 ke binary.
3410 = ................2
Step 1 : 34 : 2 = 17 sisa 0
Step 2 : 17
: 2 = 8 sisa 1
Step 3 :
8 : 2 = 4 sisa 0
Step 4 :
4 : 2 = 2 sisa 0
Step 5 :
2 : 2 = 1 sisa 0
Step 6 :
1 : 2 = 0 sisa 1
Step 1. 34 merupakan bilangan yang akan di konversi kemudian
dibagi dengan 2 hasilnya bilangan bulat 17
dengan sisa 0.
Step 2. 17 merupakan bilangan hasil bagi dari step 1 kemudian
dibagi dengan 2 dan hasilnya bilangan bulat 8
dengan sisa 1.
Step berikutnya diulang sampai dengan hasil pembagian sama dengan
0.hasil konversi bilangan 34 desimal ke binary dengan cara menuliskan kembali
sisa pembagian dari bawah ke atas yaitu 1000102.
Conversi sistem bilangan desimal ke oktal, konversi bilangan desimal ke oktal
dengan cara membagi 8 dimana sisa dari hasil pembagian merupakan digit oktal.
contoh : konversi bilangan desimal 34 ke oktal.
3410 = ................8
Step 1 : 34 : 8 = 4 sisa 2
Step 2 :
4 : 8 = 0 sisa 4
hasil konversi bilangan 34 desimal ke oktal dengan cara menuliskan
kembali sisa pembagian dari bawah ke atas yaitu 428.
Conversi sistem bilangan desimal ke hexadesimal, konversi bilangan desimal ke
hexadesimal dengan cara membagi 16 dimana sisa dari hasil pembagian merupakan
digit hexadesimal.
contoh : konversi bilangan desimal 34 ke hexadesimal.
3410 = ................16
Step 1 : 34 : 16 = 4 sisa 2
Step 2 : 4 : 16 = 0 sisa 2
hasil konversi bilangan 34 desimal ke hexadesimal dengan cara
menuliskan kembali sisa pembagian dari bawah ke atas yaitu 2216.
Conversi sistem bilangan binary ke desimal, konversi bilangan binary ke desimal dengan
cara mengalikan 2n pada
masing digit bilangan biner.
contoh : bilangan binary 1000102 ke desimal.
1000102 = (1×25)+(0×24)+(0×23)+(0×22)+(1×21)+(0×20)
= 32+0+0+0+2+0
= 3410
Conversi sistem bilangan oktal ke desimal, konversi bilangan binary ke desimal dengan
cara mengalikan 8n pada masing digit bilangan biner.
contoh : bilangan oktal 428 ke desimal.
428 = (4×81)+(2×80)
= 32+2
= 3410
Conversi sistem bilangan hexadesimal ke desimal, konversi bilangan binary ke desimal dengan
cara mengalikan 16n pada masing digit bilangan biner.
contoh : bilangan hexadesimal 2216 ke desimal.
2216 = (2×161)+(2×160)
= 32+2
= 3410
* Next.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar